LEBAK 18/09/2026. — Materi publikasi Pelayanan KB Serentak Gratis yang diunggah melalui akun Instagram resmi UPTD Puskesmas Sobang, Kabupaten Lebak, menuai sorotan publik. Perhatian warga tertuju pada visual foto Bupati Lebak H. Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H. yang dinilai tampak berbeda dari foto asli.
Materi tersebut dibuat untuk menyosialisasikan agenda Pelayanan KB Serentak Gratis dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin,21 September 2026 di Puskesmas Sobang.
Dalam flyer tersebut ditampilkan Bupati Lebak bersama Wakil Bupati Lebak Ir. Amir Hamzah, M.Si. Namun, sejumlah detail wajah Bupati yang ditampilkan terlihat berbeda apabila dibandingkan dengan dokumentasi foto aslinya. Perbedaan yang menjadi perhatian antara lain pada bentuk wajah, mata, hidung, rahang, serta sejumlah detail di sekitar wajah.
Sementara visual Wakil Bupati yang turut ditampilkan dalam materi tersebut dinilai lebih menyerupai sosok aslinya.
Materi yang sama kemudian turut dibagikan melalui Instagram Story akun resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
Kondisi tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat. Warga berinisial NM menilai penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembuatan materi publikasi tidak menjadi persoalan sepanjang hasil akhirnya tetap akurat dan tidak menimbulkan persepsi berbeda.
> “Penggunaan AI boleh saja, tetapi akurasinya harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat mengira yang ditampilkan itu bukan sosok bupatinya karena adanya perbedaan pada wajah,” ujar NM.
Menurutnya, instansi pemerintah perlu melakukan pemeriksaan secara cermat sebelum foto atau visual pejabat publik digunakan dalam materi yang disampaikan kepada masyarakat.
Senada, warga berinisial DN meminta setiap materi publikasi pemerintah yang menampilkan sosok pimpinan daerah diperiksa terlebih dahulu, termasuk dari sisi kesesuaian visual.
> “Kalau menggunakan AI tidak masalah, tetapi jangan sampai hasil akhirnya membuat wajah yang ditampilkan berbeda sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat,” kata DN.
Puskesmas Sobang Akui Gunakan AI
Menanggapi sorotan tersebut, UPTD Puskesmas Sobang memberikan klarifikasi. Pihak Puskesmas menyampaikan permohonan maaf apabila hasil olah visual yang dipublikasikan menimbulkan ketidaknyamanan maupun persepsi berbeda di masyarakat.
Puskesmas menjelaskan bahwa foto dasar pimpinan daerah yang digunakan bersumber dari dokumentasi materi publikasi resmi atau arsip digital pelayanan kesehatan yang biasa digunakan untuk kebutuhan kehumasan.
Dalam proses desain, foto tersebut kemudian mengalami penyesuaian teknis untuk menyesuaikan format flyer.
Pihak Puskesmas secara terbuka mengakui bahwa proses pembuatan desain menggunakan aplikasi pengolah gambar berbasis AI.
> “Dalam pembuatan desain flyer tersebut, tim kehumasan menggunakan aplikasi pengolah grafis digital GEMINI AI untuk meningkatkan kualitas visual, peningkatan resolusi, pencahayaan, serta kerapian latar belakang,” ungkap pihak Puskesmas Sobang.
Menurut penjelasan tersebut, proses pengolahan secara otomatis berdampak pada sejumlah detail fitur wajah dalam foto.
> “Penyesuaian teknis ini menyebabkan beberapa detail fitur wajah pada foto mengalami efek penyempurnaan (enhancement) secara otomatis dari perangkat lunak pengolah gambar yang digunakan,” jelasnya.
Verifikasi Lebih Fokus pada Isi Program
Puskesmas Sobang juga mengakui bahwa proses pemeriksaan internal terhadap materi tersebut belum sepenuhnya mencakup detail kesesuaian visual pimpinan daerah.
Materi dibuat oleh tim pengelola media dan administrasi operasional. Menurut Puskesmas, verifikasi internal ketika itu lebih difokuskan pada substansi program, seperti jenis pelayanan, jadwal, persyaratan, dan lokasi kegiatan.
> “Kami mengakui adanya keterbatasan dalam pemeriksaan detail kesesuaian hasil akhir visual pimpinan daerah sebelum diunggah. Hal ini menjadi bahan evalua










