BAGANSIAPIAPI,utamapost.com | Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Rokan Hilir menggelar tahapan seleksi wawancara bagi para kontestan Gender Champion Kabupaten Rokan Hilir tahun 2026.
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, hadir langsung bertindak sebagai salah satu tim penguji dalam agenda yang berlangsung pada Senin (25/5/2026).
Usai menguji para peserta, Wabup Jhony Charles memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan kompetensi yang ditunjukkan oleh 10 kontestan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi tersebut.
“Tadi saya sudah menginterview ataupun menguji 10 kontestan dengan latar belakang yang berbeda, dan mereka bagus semua. Tetap fokusnya adalah kesetaraan gender, baik laki-laki, perempuan, bahkan tadi juga menyinggung tentang isu lansia,” ujar Jhony Charles saat diwawancarai media, Senin (25/5/2026) di Bagansiapiapi.
Jhony menambahkan bahwa para peserta bukan sekadar menguasai teori, melainkan telah mempraktikkan program kesetaraan gender di komunitas mereka dalam waktu yang cukup lama.
“Mereka mempunyai pengalaman masing-masing dan mereka menjalani pengalamannya sudah berjalan. Ada yang tiga tahun, ada yang delapan tahun, bahkan sudah lama saya lihat. Dari pertanyaan yang saya ajukan, mereka sangat mendalami bidangnya masing-masing,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas P2KBP3A Rohil, Cici Sulastri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kesediaan Wakil Bupati yang terjun langsung menjadi juri dalam seleksi ini.
“Alhamdulillah Pak Wabup bersedia sebagai juri, ini luar biasa. Apresiasi besar buat Pak Wabup,” kata Cici Sulastri.
Cici menjelaskan bahwa proses penilaian Gender Champion ini melibatkan tiga orang juri. Selain Wakil Bupati Rohil, tim penguji lainnya berasal dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Riau.
“Juri berikutnya itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dari Provinsi Riau beserta Kabid-nya. Jadi, beberapa nilai yang sudah terkumpul dari Pak Wabup nanti akan kita bahas bersama-sama dengan juri yang lain. Insyaallah setelah selesai semua wawancara hari ini sampai sore, nilai finalnya rampung dan kita sudah mendapatkan peringkat satu, dua, dan tiga,” jelas Cici.
Lebih lanjut, Cici menerangkan bahwa sebelum memasuki tahapan wawancara, para peserta telah melewati tahapan seleksi administrasi yang ketat.Kegiatan Gender Champion ini bukan sekadar perlombaan, melainkan pemenuhan indikator penting (eviden) bagi Kabupaten Rokan Hilir dalam penilaian pembangunan responsif gender di tingkat nasional.
“Ini merupakan salah satu eviden yang kita lengkapi untuk penilaian Pengarusutamaan Gender (PUG). Di bawah Kementerian PPPA, kita diberikan pekerjaan rumah (PR) bahwa salah satunya adalah penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dan penganugerahan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) atau penghargaan terkait pengarusutamaan gender,” pungkas Cici.(ibr)










