Retakan Menganga, Bangunan Miring: Pedagang Pasar Pagi Tegal Dihantui Ancaman Ambruk

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com – Kondisi fisik bangunan Blok C Pasar Pagi Kota Tegal kian memprihatinkan. Retakan terlihat di sejumlah bagian dinding, sementara struktur bangunan di lantai dua tampak mengalami kemiringan yang semakin mengkhawatirkan.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran serius terhadap aspek keselamatan, khususnya bagi para pedagang dan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan pasar tradisional terbesar di Kota Bahari tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, aktivitas perdagangan di lantai atas telah dikosongkan. Kegiatan jual beli kini hanya berlangsung secara terbatas di lantai dasar.

Kendati demikian, kondisi bangunan yang terus menunjukkan tanda-tanda kerusakan membuat rasa aman para pedagang belum sepenuhnya terjamin.

Bagi sebagian pedagang, Pasar Pagi bukan sekadar tempat mencari nafkah. Bertahun-tahun mereka menggantungkan kehidupan keluarga dari aktivitas perdagangan di tempat tersebut.

Karena itu, meninggalkan lokasi bukan perkara mudah, meski ancaman keselamatan terus menghantui.
Salah satunya dirasakan Hj Rukoyah, pedagang kelapa yang mengaku telah berjualan sejak awal Pasar Pagi berdiri.

Rukoyah mengatakan, dirinya bersama pedagang lain harus menghadapi kondisi bangunan yang dari waktu ke waktu dinilai semakin mengkhawatirkan.

Namun, kebutuhan untuk tetap mencari nafkah membuatnya memilih bertahan sembari berharap ada penanganan serius dari pihak terkait.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan, material bangunan dari bagian atas lapaknya pernah mengalami keruntuhan dan jatuh hingga ke lantai dasar.

Beruntung, saat material tersebut ambrol, Rukoyah sedang tidak berada di lokasi sehingga tidak menimbulkan korban.

“Ya waswas, tapi mau bagaimana lagi. Pelanggan juga sudah tahunya di sini,” ujar Hj Rukoyah.

Pengakuan tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi para pedagang. Di satu sisi, keselamatan menjadi persoalan utama.

Di sisi lain, pasar merupakan sumber penghasilan yang sulit mereka tinggalkan begitu saja.

Kondisi Blok C Pasar Pagi ini pun menjadi perhatian yang tidak semestinya dipandang sebelah mata. Retakan dinding, struktur yang terlihat miring hingga material yang pernah ambrol merupakan tanda yang perlu mendapat pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

Keselamatan pedagang dan masyarakat seharusnya menjadi prioritas. Pemeriksaan konstruksi oleh pihak berkompeten diperlukan untuk memastikan sejauh mana tingkat kerusakan bangunan serta langkah penanganan yang paling tepat.

Sebab, jangan sampai kewaspadaan baru muncul setelah terjadi musibah. Pasar boleh menjadi tempat menggantungkan harapan dan rezeki, tetapi keselamatan manusia tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru