SIJUNJUNG – Utamapost. Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sijunjung mendatangi Mapolres Sijunjung, Minggu (7/6/2026) malam. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota LSM sekaligus menyikapi pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan yang dinilai tidak berimbang.

Proses penangkapan Pelaku pesta gay di Teather Night Mart karawang, 9 juni 2026.
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 17.40 WIB di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII. Korban diketahui bernama Jonni atau Joni Mapikor, yang selama ini aktif menyampaikan informasi terkait aktivitas pertambangan melalui media online maupun media sosial.
Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, saat kejadian Jonni tengah bersilaturahmi ke rumah salah seorang warga. Keberadaannya kemudian diketahui oleh sejumlah warga yang selanjutnya mendatangi lokasi.

Pelaku digiring ke Polres Karawang guna pemeriksaan lebih lanjut.
Warga mengaku keberatan terhadap berbagai informasi yang beredar mengenai aktivitas pertambangan di Kabupaten Sijunjung. Mereka menilai sejumlah pemberitaan cenderung menyudutkan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertambangan.
Ketegangan di lokasi pun meningkat hingga terjadi dugaan penganiayaan terhadap Jonni. Selain itu, massa juga dilaporkan merusak satu unit mobil Toyota Rush berwarna putih yang merupakan kendaraan milik korban.
Sejumlah warga menyebut insiden tersebut dipicu oleh akumulasi keresahan masyarakat terhadap berbagai pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan rakyat di Kabupaten Sijunjung yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menerima laporan kejadian tersebut, personel Polres Sijunjung segera menuju lokasi untuk mengendalikan situasi. Polisi kemudian mengamankan Jonni guna mencegah kondisi semakin memanas. Selanjutnya, korban dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 18.00 WIB, massa dari Kecamatan Koto VII, IV Nagari, Sijunjung, Kupitan, dan Tanjung Gadang mulai berdatangan ke Mapolres Sijunjung.
Mereka menyampaikan aspirasi serta meminta klarifikasi terkait pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi merugikan masyarakat yang bergantung pada sektor pertambangan.
Kapolres Sijunjung, , bersama jajaran pejabat utama Polres Sijunjung menerima perwakilan warga untuk berdialog.
Dalam pertemuan tersebut, aparat kepolisian mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat serta mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Hingga dialog berlangsung, situasi di Mapolres Sijunjung terpantau aman dan terkendali dengan pengamanan yang dilakukan oleh personel kepolisian.Narasi ini disusun dengan gaya berita yang netral dan berimbang.










