Sirukam –utamapost.com | Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali mencuat dari Nagari Sirukam. Kepala Sekolah SDN 01 Sirukam YS yang sekaligus menjabat ketua K 3 S , terpaksa menempati rumah dinas yang jauh dari kata layak huni selama bertahun-tahun. Kondisi bangunan tampak reyot, atap bocor, lantai miring, bahkan fasilitas MCK tidak layak digunakan. Bahkan beberapa masyarakat sebut rumah sangat tidak layak huni , dan terjelek dinagari Sirukam.
Ironisnya, menurut keterangan yang dihimpun tim media, senin 03/ 10/2025 dari berbagai sumber, pengajuan proposal perbaikan beberapa tahun lalu sudah beberapa kali dikirim ke dinas terkait, termasuk PUPR, namun hingga kini belum ada tanggapan berarti. Seolah proposal hanya menumpuk di meja birokrasi tanpa arah kejelasan.
Lebih miris lagi, sempat muncul klaim sepihak dari warga yang mengaku memiliki lokasi tersebut. Namun pihak sekolah berhasil menunjukkan bukti bahwa rumah itu merupakan aset resmi SDN 01 Sirukam, lengkap dengan surat hibah dan data pendukung.
“ Sepengetahuan saya, kepala sekolah sudah beberapa kali ikuti sidang di kerapatan adat nagari untuk memperjuangkan rumah tersebut. Alhamdulillah, berkat data yang dimiliki, akhirnya terbukti rumah dinas ini memang milik sekolah, tercatat secara sah di aset sekolah dan aset Korwil kecamatan Payung Sekaki ”Nara sumber yang enggan di publis identitasnya.
Salah seorang guru pernah di sarankan untuk menghuni rumah tersebut, namun yang bersangkutan tidak sanggup dikarenakan kondisi bangunan fisik sangat tidak layak dan merasa tidak nyaman jika rumah tersebut tidak ada kejelasan statusnya kepemilikannya.
Rumah dinas ini terletak terpisah dari area sekolah, tepatnya di sekitar kantor Wali Nagari Sirukam. Kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya dan bahkan menuding kepala sekolah tidak memperjuangkan hak perbaikan. Padahal faktanya, kepala sekolah sudah berulang kali beberapa tahun lalu melangkah dan berkoordinasi — hanya saja, hasilnya nihil.
Sementara itu, bendahara dewan pendidikan kabupaten solok Yongkerman, S.Pd mantan ketua koordinator wilayah pendidikan dasar dan menengah kecamatan payung sekaki ketika dihubungi via whatsup oleh media, Selasa ( 4/11/2025 ) mengatakan Pembangunan atau rehab rumah dinas guru,atau sekolah sudah seharusnya kembali menjadi prioritas dari pemerintah, yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan pendidikan yang lebih maksimal bagi peserta didik.
” Kita tahu disiplin merupakan hal yg paling urgen dalam menopang mutu pendidikan untuk itu tentu kita berharap dukungan pemerintah yang sungguh.
Rumah dinas guru memberikan manfaat bagi sekolah, seperti meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dengan memudahkan guru untuk tetap berada di sekolah dan fokus pada tugas mengajar ” kata nya.

Manfaat lainnya adalah terciptanya rasa aman dan kenyamanan bagi guru, yang berdampak pada peningkatan kualitas kinerja dan semangat mengajar, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan serta daya saing sekolah.
Ia juga menjelaskan beberapa manfaat rumah dinas guru bagi sekolah :
1.Rumah dinas j bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
Guru yang tinggal di rumah dinas lebih dekat dengan sekolah, sehingga lebih mudah dan cepat untuk hadir saat diperlukan dan dapat fokus pada kegiatan belajar mengajar.
2.Meningkatkan mutu dan daya saing sekolah: Ketersediaan rumah dinas yang layak dan nyaman dapat memotivasi guru, mengurangi tingkat guru yang meninggalkan tugas, dan membantu mencapai pemerataan guru, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan sekolah.
3.Menambah rasa aman dan nyaman bagi guru: Lingkungan yang aman dan nyaman dapat memengaruhi totalitas kinerja guru dan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
4.Memudahkan pengawasan dan pengawasan:
Guru yang tinggal di lingkungan sekolah memudahkan pengawasan terhadap aktivitas siswa di dalam dan di sekitar sekolah, serta mempermudah komunikasi dan koordinasi antar guru dan staf sekolah.
Ketua Korwil pendidikan tingkat dasar dan menengah kecamatan Payung Sekaki, Sardimus juga mengomentari kondisi ini
” Luar biasa kepedulian warga Sirukam yang telah ikut perihatin terhadap kondisi rumah kepala sekolah negeri 1 sirukam, memang ini sudah menjadi rahasia umum yang miris sekali rumah dinas guru secara keseluruhan jauh dari kata layak. Hal ini sudah berulang kali kita sampaikan kedinas maupun DPRD tapi jawabnya seperti biasa kita coba usulkan. Dari tahun ke tahun belum bisa terealisasi apalagi di daerah daerah jauh seperti di kecamatan tigo lurah juga lebih memperihatinkan rumah guru guru. Alhamdulillahnya masyarakat ikut berpartisipasi membangun rumah tinggal guru secara sukarela” kata Sardimus ketikika dihubungi via whatsup selasa 4/11/2025.
Kini masyarakat hanya bisa berharap, dinas terkait tidak menutup mata terhadap kenyataan di lapangan. Proposal yang diajukan diperiode pemerintahan terdahulu mesti menjadi prioritas pemerintahan sekarang. Tak perlu mencari ini borok dan luka siapa, tinggal berbenah, Ironi jika bicara peningkatan mutu pendidikan, sementara tenaga pendidik dibiarkan tinggal di rumah dinas yang nyaris roboh. ( Abd21 )










