Alahan Panjang,— Di tengah semaraknya Festival Lima Danau Kabupaten Solok 2025, satu kuliner tradisional berhasil mencuri perhatian Da bule da Madam konten kreator terkenal sebagai dewan juri lomba samba lado yang digelar panitia Sabtu ( 11/9/2025). Adalah Sambalado Cobek Gatok Jariang Mudo yang , sajian khas Nagari Dilam yang menggugah selera dengan cita rasa alami dan cara pengolahan yang masih mempertahankan keaslian tradisi Minangkabau.
Dihidangkan bersama nasi angek bareh bujang marantau, anyang daun pepaya, dan karupuak jariang, sambal ini menjadi daya tarik tersendiri di stand kuliner festival. Aroma khas cabai dan bawang yang direbus bersama air kelapa muda langsung menggoda pengunjung yang melintas.

Keunikan Sambalado Cobek Gatok Jariang Mudo terletak pada proses masaknya. Bahan-bahannya sederhana — cabai (lado), bawang, tomat, dan bada kariang — direbus selama sekitar 10 menit hingga tomat meletus dan cabai berubah warna menjadi lebih lembut. Tidak ada penyedap rasa tambahan seperti MSG; rasa gurih dan segarnya muncul alami dari perpaduan bawang serta air kelapa muda yang digunakan dalam rebusan.
Dengan takaran sederhana — lado, tomat, dan bawang masing-masing seperempat bagian serta tambahan bada kariang satu ons — sambal ini berhasil menghadirkan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit manis yang seimbang.
Disajikan dalam cobek batu dengan jariang mudo (jengkol muda) yang digatok halus, sambal ini bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga menghadirkan nostalgia akan masakan kampung yang hangat dan bersahaja. Tak heran, banyak pengunjung festival yang menyempatkan diri berhenti, mencicipi, bahkan ingin membawa pulang.
Bagi masyarakat Nagari Dilam, Sambalado Cobek Gatok Jariang Mudo bukan sekadar kuliner, tapi bagian dari identitas dan kebersamaan. Biasanya, sambal ini disuguhkan dalam acara adat, pertemuan keluarga, hingga menjadi lauk makan sehari-hari. Kini, lewat Festival Lima Danau 2025, cita rasa tradisi itu kembali mengharumkan nama Solok di panggung kuliner daerah.
Berdasarkan keterangan Zurnita, salah satu personil tim sambalado cobek nagari Dilam, rasa yang ditimbulkan dari olahan berbeda, menghasilkan rasa yang khas , kami yakin bahwa kami berbeda karena rasa, tutup Zurnita. ( Abd21 )










