Sejumlah Aktivis dan Tokoh Masyarakat Cilograng Angkat Bicara Soal Pekerjaan Cut and fill Yang Abaikan Aspek Lingkungan

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak -Tokoh masyarakat Kecamatan Cilograng, Sudarya, S.AP, menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah proyek pembangunan cut and fill di Kampung Sinar resmi, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak Banten yang diduga dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, Minggu (22/02/2026).

 

Dalam pernyataannya, Sudarya menegaskan bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

 

“Kami tidak menolak pembangunan. Namun, pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan hanya akan menimbulkan persoalan baru di masa depan, seperti banjir, pencemaran, dan kerusakan ekosistem,” ujar Sudarya.

 

Ia juga menyoroti beberapa dampak yang mulai dirasakan masyarakat, seperti berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya polusi udara, serta terganggunya Pagar pembatas Panel Beton RSUD Cilograng Menurutnya, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi publik.

 

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah dan pihak pengembang untuk lebih terbuka terhadap aspirasi warga serta mematuhi regulasi yang berlaku.

 

“Pembangunan harus berlandaskan prinsip keberlanjutan. Jangan sampai generasi mendatang menanggung beban akibat keputusan hari ini pengendara roda dua dan empat akibat tanah yang terbawa air hujan ke jalan Nasional III,” tambahnya.

 

Hal senada disampaikan oleh aktivis Lebak Rizwan Comrade, yang mengatakan bahwa proyek cut and fill perumahan tersebut bukan saja berdampak pada jalan yang licin akibat tanah yang terbawa air hujan hingga ke jalan, sebelumnya bahkan proses cut and fill juga merusak pagar pembatas RSUD Cilograng.

 

“Dampak dari cut and fill perumahan itu juga sebelumnya telah merusak pagar pembatas RSUD Cilograng, malah sekarang lingkungan kena dampak, jalan jadi licin dan berlumpur” kata Rizwan.

 

Hal ini bukti bahwa keberadaan proyek tersebut merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi para pengendara, apalagi pada kondisi hujan.

 

“Saya kira proyek tersebut harus dievaluasi karena dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positif, kita tidak mau adanya perumahan namun keberadaan berdampak buruk bagi lingkungan” tegasnya.

 

Para aktivis dan tokoh masyarakat tersebut berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek Cut and fill yang sedang berjalan serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran aturan lingkungan.

 

Masyarakat pun didorong untuk aktif mengawasi dan menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan demi terciptanya pembangunan yang adil, berimbang, dan berkelanjutan.

Tri

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru