Warga Setempat Mengaku Kecewa Karena Pembangunan Jalan yang Belum Selesai Dikerjakan Sudah Menunjukkan Tanda-tanda Kerusakan.

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi – Kondisi Pembangunan jalan lingkungan Menimbulkan Dugaan Bahwa Pelaksanaan Pekerjaan Tidak

Sesuai Dengan Spesifikasi

Teknis yang Seharusnya Diterapkan.

Pembangunan jalan lapen di Desa Cikahuripan hingga saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Namun, sangat disayangkan, kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan dan tergerus air hujan. Kerusakan ini diduga disebabkan oleh kualitas aspal yang kurang baik serta lemahnya daya rekat material lapen.

Pembangunan rehabilitasi peningkatan pengerasan jalan lingkungan di Kampung Cikodang, Desa Cikahuripan diduga dikerjakan asal jadi. Padahal, pembangunan tersebut menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahun 2025 dengan nilai yang cukup besar.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran Banprov tersebut mencapai Rp 98.000.000, dengan volume pekerjaan panjang 300 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 0,5 cm. Namun, hasil pengerjaan di lapangan dinilai tidak sesuai harapan masyarakat kp Cikondang Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi provinsi Jawa Barat.21/12/2025.

 

Pengerjaan jalan yang dilaksanakan oleh pihak pelaksana (laven) diduga dilakukan secara tidak maksimal. Pasalnya, ketebalan pengerasan jalan terlihat sangat tipis, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan mudah mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan.

 

Dikonfirmasi via WhatsApp”Midun” kepala desa Cikahuripan,bukan asal jadi kang,ini saya lagi mau klarifikasi,bahwa pengerjaan tersebut belum sesuai,karena waktu pengerjaan hujan sangat deras,dan air dari Solokan jalan,muntah ke jalan,dan akhirnya aspal habis, akhirnya disepakati oleh lembaga desa distop dulu sebelum cuaca kembali baik,gitu kang.ungkapnya.via chat WhatsApp.

 

Sejumlah warga Kampung Cikodang menyayangkan hasil pembangunan tersebut. Mereka menilai bahwa proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah seharusnya dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan RAB, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Masyarakat berharap pihak pemerintah provinsi Jawa Barat maupun instansi terkait, serta pengawas proyek dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi. Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian pekerjaan, warga meminta agar dilakukan perbaikan dan penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku, demi menjaga transparansi dan kualitas penggunaan anggaran negara.” Tri/tim”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru