Tak Tahan Di Bully Pelajar Rakit Bom dan Ledakkan Bom Di Ruang Kelas

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Utamapost.Kepolisian mengamankan seorang pelajar berinisial R (17) terkait kasus ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7/2026).

 

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan pelajar yang merupakan siswa kelas XII tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi tersebut diduga dipicu oleh persoalan psikologis yang dialami pelaku.

 

Menurut Susmelawati, pelaku mengaku kerap menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Kondisi itu diduga mendorongnya mengambil jalan pintas dengan membuat alat peledak berdaya ledak rendah (low explosive).

 

Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan ledakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.

 

Dari lokasi, polisi menyita beberapa barang yang diduga berkaitan dengan perakitan bom, di antaranya sebuah kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lainnya yang kini masih diperiksa secara forensik.

 

Hasil pemeriksaan awal juga mengungkap bahwa pelaku diduga mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Ia mengaku terinspirasi dari peristiwa bom di SMAN 72 Jakarta pada 2025 serta mengikuti sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih didalami dan diverifikasi oleh penyidik.

 

Polisi juga menyebut alat peledak itu dirakit sendiri oleh pelaku di rumah menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.

 

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh barang berbahaya telah diamankan, sementara aparat kepolisian bersama Densus 88 masih terus mendalami motif, proses perakitan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

 

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan seluruh dugaan terhadap pelaku akan dipastikan melalui proses hukum yang berlaku.

Dikutip dari:CNN Indonesia.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 06:33 WIB

Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium

Berita Terbaru