PARAH !! Program PT3GAI untuk Petani Diduga Dipungli Oknum Anggota DPR

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PARAH !! Program PT3GAI untuk Petani Diduga Dipungli Oknum Anggota DPR

 

Aktivis Baralak Ngamuk, Program PT3GAI untuk Masyarakat Petani Diduga Dipungli Wakil Rakyat

 

Dugaan Soal Pungli Program PT3GAI, Aktivis Baralak Ngamuk Akan Geruduk Kantor BBWSC 3 Banten

 

 

Lebak – Skandal dugaan pungutan liar (pungli) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dan SANIMAS di Kabupaten Lebak dan Pandeglang semakin terkuak.

 

Investigasi Baralak Nusantara menemukan adanya dugaan praktik sistematis yang melibatkan kaki tangan seorang legislator DPR RI asal Fraksi PKB Dapil Banten I.

 

Program P3TGAI dan SANIMAS di dua Kabupaten tersebut menyalurkan bantuan kepada 111 kelompok penerima manfaat. Setiap kelompok mendapat alokasi sebesar Rp195 juta, sehingga total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp21.645.000.000 (Rp21,6 miliar lebih).

 

Namun, bukannya penuh diterima kelompok, dugaan pungli sebesar 30 persen harus disetorkan kepada  oknum yang disebut-sebut sebagai jaringan sang legislator. Artinya, jumlah dana yang digerogoti mencapai: 30% Rp6.493.500.000 (Rp6,49 miliar).

Dana fantastis inilah yang diduga mengalir ke kantong pribadi oknum elit politik melalui perantaranya.

 

Modus Operandi : NV, Tenaga Ahli Legislator

 

Modus pungli ini dijalankan oleh seorang berinisial NV, yang diketahui merupakan tenaga ahli sang legislator PKB Dapil Banten I. NV tidak bekerja sendiri, Ia didampingi sejumlah kader partai untuk menekan kelompok penerima manfaat.

 

Caranya, begitu dana P3TGAI dan SANIMAS cair akan otomatis masuk ke rekening kelompok tersebut, NV langsung bergerak melakukan penarikan paksa sebesar 30 persen dari total bantuan yang diterima. Alasannya sangat klise: uang itu dianggap sebagai “imbalan jasa” atas peran sang legislator yang disebut-sebut telah “mengurus program” hingga sampai ke tangan kelompok penerima.

 

Dari NV, uang hasil pungli itu kemudian  disetorkan ke sang legislator DPR RI dari Fraksi PKB tersebut. Inilah yang kemudian membuat Baralak Nusantara menyebut praktik ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat, karena aspirasi yang seharusnya menjadi berkah justru malah diperas.

 

Aktivis Baralak Nusantara, Hilmi Muhammad, menegaskan bahwa praktik kotor ini adalah aib besar bagi Banten.

“Haram tanah Banten ini bagi para birokrat dan legislator bermental korup. Bayangkan, uang rakyat Rp6,49 miliar digerogoti dengan dalih pungutan yang tidak ada dasar hukumnya. Ini pengkhianatan aspirasi rakyat dan tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Hilmi Muhammad menyoroti lemahnya pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC 3). Ia menilai ada unsur pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan.

 

Aksi Keprihatinan

 

Sebagai bentuk perlawanan, Baralak Nusantara akan menggelar aksi keprihatinan pada Kamis, 11 September 2025, di depan kantor BBWSC 3 Banten. Aksi ini akan menjadi penanda bahwa rakyat tidak akan tinggal diam menghadapi praktek pungli yang melibatkan oknum legislatif dan birokrat.

 

“Kami akan turun ke jalan. Ini bukan sekadar pungli kecil, tapi perampokan anggaran rakyat dengan sistematis. Baralak Nusantara berdiri untuk melawan,” pungkas Hilmi Muhammad.

 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya untuk konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

 

*”Tri/Tim*”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis
PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:06 WIB

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Berita Terbaru