Pembangunan Jalan Nasional III Malingping–Bayah Diduga Bermasalah, Retak – Retak Pembangunan Belum Selesai.

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Jalan Nasional III Malingping–Bayah Diduga Bermasalah, Retak – Retak Pembangunan Belum Selesai.

 

Lebak – Pembangunan jalan nasional III yang menghubungkan Malingping–Bayah menuai sorotan. Pasalnya, proyek jalan yang menggunakan cor beton tersebut belum selesai dikerjakan, namun kondisi di lapangan sudah banyak ditemukan retakan bahkan patahan pada sejumlah titik.jaln nasional lll Malingping -Bayah kabupaten Lebak provinsi Banten.30/09/2025.

 

Masyarakat menduga pengerjaan proyek ini tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas material dan proses pelaksanaan yang digunakan pihak kontraktor.

Untuk itu, masyarakat dan pengguna jalan maupun publik mendesak Kementerian PUPR melalui Kasatker terkait segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan jalan nasional III tersebut. Hal ini penting dilakukan demi memastikan anggaran negara yang digunakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan tidak disalahgunakan.

 

Masyarakat pengguna jalan berharap agar jalan nasional yang menjadi akses vital Malingping–Bayah dapat dibangun dengan kualitas terbaik, sehingga tidak cepat rusak dan dapat bertahan lama sesuai standar yang seharusnya.

 

Warga masyarakat maupun pengguna jalan menyayangkan hasil pembangunan Jalan Nasional III yang menghubungkan Malingping – Bayah. Pembangunan tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

 

Pasalnya, kondisi jalan yang baru dibangun belum selesai sepenuhnya, namun sudah terlihat mengalami keretakan bahkan ada bagian yang patah. Selain itu, pembangunan gorong-gorong juga dinilai tidak sesuai standar. Hal ini terbukti ketika hujan turun, air tidak mengalir sebagaimana mestinya, melainkan meluap hingga ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.

 

Masyarakat meminta pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun pengawas, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan benar-benar sesuai aturan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.'”Tri/Rudi Tim Red”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru