Wavemakers Indonesia dan Mitra Perkuat Pesisir Tangerang Lewat Penebaran Bandeng dan Penanaman Mangrove

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penebaran Bandeng dan Penanaman Mangrove

Kabupaten Tangerang –Utamapost. Wavemakers Indonesia bersama KERAPU Jabodetabek dan DPC IKA Undip Kabupaten Tangerang menggelar aksi sosial dan lingkungan bertajuk **“Sehat Nelayannya, Lestari Pesisirnya”** di Kampung Bahari Nusantara, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi berbagai komunitas, alumni, pegiat lingkungan, dan masyarakat pesisir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Dalam kegiatan tersebut, panitia melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata dan membagikan 100 kacamata baca kepada nelayan, menebar 3.000 bibit ikan bandeng, serta menanam 2.000 bibit mangrove.

Pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata baca dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para nelayan yang sehari-hari bekerja di bawah terik matahari dan lingkungan laut. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Selain program kesehatan, para peserta juga melakukan penebaran 3.000 bibit ikan bandeng sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah pesisir. Bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Pakuhaji. Penanaman mangrove ini bertujuan memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi, meningkatkan kualitas lingkungan pesisir, menyerap emisi karbon, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota perairan.

Founder Wavemakers Indonesia, **Aulia Rahmawati Tsaniya**, mengatakan bahwa pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Pesisir yang tangguh dibangun melalui keseimbangan antara manusia dan alam. Melalui penebaran 3.000 bibit ikan bandeng dan penanaman 2.000 bibit mangrove, kami ingin mendukung produktivitas perikanan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pesisir sebagai fondasi ketahanan pangan dan ekonomi biru yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga masa depan pesisir Indonesia,” ujarnya.

Menurut Aulia, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari wilayah pesisir.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Indonesia. Upaya menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dinilai harus berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Wavemakers Indonesia merupakan gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kapasitas komunitas. Dengan semangat kolaborasi, organisasi ini terus mendorong terwujudnya ekosistem pesisir yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia.
[25/6, 10.17] Johan: Wavemakers Indonesia dan Mitra Perkuat Pesisir Tangerang Lewat Penebaran Bandeng dan Penanaman Mangrove

*Kabupaten Tangerang* – Wavemakers Indonesia bersama KERAPU Jabodetabek dan DPC IKA Undip Kabupaten Tangerang menggelar aksi sosial dan lingkungan bertajuk **“Sehat Nelayannya, Lestari Pesisirnya”** di Kampung Bahari Nusantara, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi berbagai komunitas, alumni, pegiat lingkungan, dan masyarakat pesisir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Dalam kegiatan tersebut, panitia melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata dan membagikan 100 kacamata baca kepada nelayan, menebar 3.000 bibit ikan bandeng, serta menanam 2.000 bibit mangrove.

Pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata baca dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para nelayan yang sehari-hari bekerja di bawah terik matahari dan lingkungan laut. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Selain program kesehatan, para peserta juga melakukan penebaran 3.000 bibit ikan bandeng sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah pesisir. Bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Pakuhaji. Penanaman mangrove ini bertujuan memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi, meningkatkan kualitas lingkungan pesisir, menyerap emisi karbon, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota perairan.

Founder Wavemakers Indonesia, **Aulia Rahmawati Tsaniya**, mengatakan bahwa pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Pesisir yang tangguh dibangun melalui keseimbangan antara manusia dan alam. Melalui penebaran 3.000 bibit ikan bandeng dan penanaman 2.000 bibit mangrove, kami ingin mendukung produktivitas perikanan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pesisir sebagai fondasi ketahanan pangan dan ekonomi biru yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga masa depan pesisir Indonesia,” ujarnya.

Menurut Aulia, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari wilayah pesisir.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Indonesia. Upaya menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dinilai harus berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Wavemakers Indonesia merupakan gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program pendidikan, lingkungan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kapasitas komunitas. Dengan semangat kolaborasi, organisasi ini terus mendorong terwujudnya ekosistem pesisir yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 06:33 WIB

Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium

Berita Terbaru