76 ORANG DISEBUT AKAN BERANGKAT KE MAKKAH DI TENGAH EFISIENSI, PEMKOT SEMARANG: UANGNYA DARI MANA?

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG — Rencana Wisata Religi Jilid II Pemerintah Kota Semarang kembali menjadi sorotan. Berdasarkan surat yang dikirim pada 4 September 2026, sebanyak 76 orang disebut akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah pada September 2026.

Informasi tersebut kami peroleh dari salah satu calon peserta yang mengaku masuk dalam daftar keberangkatan. Hingga rilis ini dibuat, Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M., selaku Kabag Kesra Pemkot Semarang, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi mengenai program tersebut.

Persoalannya bukan ibadahnya. Pemkot Semarang memang memiliki Perwal Nomor 87 Tahun 2020 yang telah diubah melalui Perwal Nomor 59 Tahun 2024 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Biaya Perjalanan Keagamaan. Regulasi tersebut mengatur antara lain pemberian bantuan kepada pengurus ormas, tokoh agama, pengurus rumah ibadah, pemenang MTQ tingkat provinsi yang mewakili daerah ke tingkat nasional, serta kategori lain yang ditentukan dalam regulasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah transparansi programnya.

Jika benar 76 orang akan diberangkatkan menggunakan anggaran pemerintah, publik berhak bertanya:

Siapa 76 orang tersebut?
Siapa yang menetapkan?
Apa kriterianya?
Berapa total anggarannya?
Dari pos APBD mana dan bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya?

Pertanyaan ini semakin relevan ketika masyarakat sedang berbicara mengenai efisiensi anggaran, sementara persoalan perdagangan, pembangunan dan fasilitas publik masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Semarang.

Bukan berarti program tersebut otomatis salah. Namun PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah mengatur pengelolaan keuangan daerah dan APBD, termasuk pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban serta pengawasan.

Maka, jika program ini memang resmi dan sesuai aturan, Pemkot Semarang seharusnya membuka dasar program, sumber anggaran, jumlah peserta, kriteria penerima serta mekanisme penetapannya.

Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui keberangkatan setelah daftar peserta beredar.

Di tengah efisiensi anggaran, publik tidak sedang mempertanyakan ibadah. Publik sedang mempertanyakan uang rakyat.

Dan satu pertanyaan yang kini menunggu jawaban Pemkot Semarang:

“76 ORANG DISEBUT BERANGKAT KE MAKKAH. SIAPA YANG MEMILIH, BERAPA UANG RAKYAT YANG DIGUNAKAN, DAN APA DASARNYA?”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 06:33 WIB

Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium

Berita Terbaru