PPDB 2026/2027 Jadi Alarm Pendidikan, Sejumlah SD Negeri di Kabupaten Tegal Sepi Peminat

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Tegal.

Sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri dilaporkan mengalami minim pendaftar hingga belum mampu memenuhi kuota peserta didik baru yang telah ditetapkan.

Fenomena tersebut menjadi perhatian lantaran terjadi di tengah meningkatnya ketertarikan sebagian masyarakat terhadap sekolah swasta.

Sejumlah orang tua dinilai mulai mempertimbangkan alternatif pendidikan yang menawarkan fasilitas lebih modern, program pembelajaran yang beragam, serta inovasi pendidikan yang dianggap lebih adaptif terhadap kebutuhan anak.

Perubahan preferensi tersebut berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan sekolah negeri, khususnya apabila tren penurunan jumlah peserta didik berlangsung secara konsisten dari tahun ke tahun.

Kondisi kekurangan murid ini juga disebut bukan hanya terjadi pada satu atau dua sekolah.

Informasi mengenai minimnya pendaftar dilaporkan muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, sehingga persoalan tersebut mulai dipandang sebagai fenomena yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, H. Aziz Fauzan, SH., MH., membenarkan adanya informasi mengenai sejumlah SD Negeri yang mengalami kekurangan siswa pada PPDB tahun ini.

“Kami mendapatkan informasi juga banyak SD Negeri yang kekurangan siswa. Ini hampir merata di SD Negeri se-Kabupaten Tegal,” kata Aziz Fauzan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah daerah tidak cukup hanya melihat persoalan dari sisi jumlah pendaftar, tetapi juga perlu mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan orang tua mulai mengalihkan pilihan pendidikan anaknya.

Evaluasi dapat mencakup kualitas layanan pendidikan, sarana dan prasarana, inovasi pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, hingga kemampuan sekolah dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

Di sisi lain, sekolah negeri tetap memiliki posisi strategis dalam menyediakan akses pendidikan yang terjangkau dan merata bagi masyarakat.

Karena itu, menurunnya minat terhadap SD Negeri semestinya tidak dipandang sekadar sebagai persoalan statistik PPDB, melainkan sebagai sinyal yang membutuhkan respons kebijakan secara serius.

Jika tidak segera diantisipasi, kekurangan peserta didik berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, mulai dari ketidakefisienan pengelolaan sekolah hingga perlunya penataan kembali distribusi tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

Fenomena PPDB 2026/2027 dengan demikian menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tegal untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Sekolah negeri dituntut tidak hanya mempertahankan status sebagai lembaga pendidikan milik pemerintah, tetapi juga mampu menghadirkan kualitas, inovasi, kenyamanan, dan kepercayaan yang menjadi pertimbangan utama masyarakat.

Kini pertanyaannya bukan sekadar berapa banyak siswa yang masuk ke sekolah negeri, tetapi mengapa sebagian masyarakat mulai memilih jalan pendidikan yang berbeda. Jawaban atas pertanyaan tersebut menjadi pekerjaan rumah penting bagi dunia pendidikan Kabupaten Tegal.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 06:33 WIB

Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium

Berita Terbaru