Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial terkait pembagian menu yang dinilai tidak layak. Dalam tayangan yang beredar, para siswa disebut menerima menu MBG berupa singkong rebus, sehingga banyak siswa yang enggan mengonsumsinya.SDN Mekarsari desa Mekarsari kecamatan Cibeber kabupaten Lebak provinsi Banten.
Masyarakat dan orang tua siswa menilai, terlebih di bulan suci Ramadhan, penyajian menu MBG seharusnya lebih memperhatikan kualitas, kebersihan, dan kandungan gizi makanan. Selain harus higienis, menu yang diberikan juga diharapkan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah orang tua siswa menyayangkan kondisi tersebut. Mereka mempertanyakan profesionalisme pihak penyedia makanan dan tim ahli gizi yang bertanggung jawab atas penyusunan menu. Menurut mereka, pemberian menu yang terkesan asal-asalan tidak mencerminkan tujuan utama program MBG untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah.
Program MBG sendiri merupakan program nasional yang berada di bawah koordinasi pemerintah pusat, termasuk Kementerian terkait. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di lapangan agar tidak terjadi lagi pembagian menu yang dinilai tidak sesuai standar.
Pihak pengelola dapur MBG diharapkan segera memberikan klarifikasi serta melakukan perbaikan, terutama dalam memastikan kualitas, variasi menu, dan standar kebersihan makanan, terlebih di bulan Ramadhan yang memiliki kondisi khusus bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi agar tujuan program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
Tri










